AMNIOTOMI/pemecahan selaput ketuban
- Selama membran amnion masih utuh, bayi akan terlindung dari infeksi
- Cairan amnion berfungsi sebagai perisai untuk melindungi bayi dari tekanan kontraksi uterus
- Kantung ketuban akan pecah secara spontan
Istilah
untuk menjelaskan penemuan cairan ketuban/selaput ketuban
- Utuh (U), membran masih utuh, memberikan sedikit perlindungan kepada bayi uterus, tetapi tidak memberikan informasi tentang kondisi
- Jernih (J), membran pecah dan tidak ada anoksia
- Mekonium (M), cairan ketuban bercampur mekonium, menunjukkan adanya anoksia/anoksia kronis pada bayi
- Darah (D), cairan ketuban bercampur dengan darah, bisa menunjukkan pecahnya pembuluh darah plasenta, trauma pada serviks atau trauma bayi
- Kering (K), kantung ketuban bisa menunjukkan bahwa selaput ketuban sudah lama pecah atau postmaturitas janin
Alasan
untuk menghindari pemecahan ketuban dini
- Kemungkinan kompresi tali pusat
- Molase yang meningkat serta kemungkinan kompresi kepala yang tidak merata
- Tekanan yang meningkat pada janin mengakibatkan oksigenasi janin yang berkurang
Indikasi
amniotomi
- Jika ketuban belum pecah dan serviks telah membuka sepenuhnya
- Akselerasi persalinan
- Persalinan pervaginam menggunakan instrument
KEBIJAKAN : Amniotomi dilakukan sesuai dengan indikasi
atau instruksi SPOG.
PERSIAPAN : 1. 1/2
kocher
2. Kapas DTT
3. Sarung Tangan
4. Bengkok
5. Alas bokong
6. Alat-alat
APN
7. Larutan
klorin 0,5%
- PROSEDUR :
1. Informasikan tentang tindakan yang akan
dilakukan.
- Vulva
hygiene
- Lakukan
pemeriksaan dalam dan pastikan pembukaaan serta tidak adanya bagian kecil janin/tali pusat
- Tangan
kiri mendekatkan bengkok kedepan vulva
- Ambil ½
kocher dan wadah DTT dengan tangan kiri
- Masukkan
½ kocher yang dipegang tangan kiri dituntun oleh tangan kanan dengan
bagian tajam menghadap ke jari pemeriksa hingga bisa merasakan atau
menyentuh selaput ketuban
- Saat his
berkurang kekuatannya,gerakkan ujung jari tangan kanan menuntut ujung ½
kocher menggores selaput ketuban
1-2 cm hingga ketuban pecah
- Keluarkan
½ kocher dari vagina dengan tangan
kiri, masukkan ke dalam larutan klorin 0,5% selama 10 menit
Mekanisme
amniotomi
- Saat melakukan pemeriksaan dalam, sentuh ketuban yang menonjol, pastikan kepala telah engaged dan tidak teraba adanya tali pusat atau bagian-bagian kecil janin lainnya.
- Pegang ½ klem kocher/kelly memakai tangan kiri dan memasukan kedalam vagina dengan perlindungan 2 jari tangan kanan yang mengenakan sarung tangan hingga menyentuh elaput ketuban
- Saat kekuatan his sedang berkurang, dengan bantuan jari-jari tangan kanan, goreskan klem ½ kocher untuk menyobek 1-2 cm hingga pecah
- Tarik keluar klem ½ kocher/kelly dengan tangan kiri dan rendam dalam larutan klorin 0,5%. Tetap pertahankan jari-jari tangan kanan didalam vagina untuk merasakan turunnya kepala janin dan memastikan tetap tidak teraba adanya tali pusat. Keluarkan jari tangan kanan dari vagina, setelah yakin bahwa kepala turun dan tidak teraba tali pusat. Cuci dan lepaskan sarung tangan dalam keadaan terbalik didalam larutan klorin 0,5%
- Periksa kembali denyut jantung janin
EPISIOTOMI
Episiotomi
salah satu prosedur persalinan normal. Meski sempat menjadi momok di dunia
persalinan, faktanya prosedur ini sangat membantu ibu dan bayi. Salah satu
prosedur persalinan normal adalah episiotomi, yaitu pengguntingan untuk
memperbesar jalan lahir bayi. Biasanya dokter atau bidan membuat irisan pada
perineum (area antara vagina dan lubang anus) dan badan perineal (segitiga di
dalam belahan otot dan jaringan otot yang terdapat dalam dasar rahim).
Teknologi ini
dikembangkan di Inggris pada tahun 1970 dan awal 1980-an, di mana saat itu tindakan
episiotomi dipakai pada sekitar 50% persalinan, dan dianggap perlu ketimbang
pembukaan secara alami. Namun setelah itu ada juga periode ketika episiotomi
ditinggalkan dan para ibu memilih melahirkan secara natural. Dengan informasi
yang cukup dan ahli penolong persalinan yang tepat, sebenarnya episiotomi tak
perlu menjadi momok bagi para ibu.
Kapan episiotomi diperlukan?
Setiap persalinan sangat tergantung pada masing-masing individu. Namun berikut ini ada beberapa alasan umum mengapa Anda membutuhkan tindakan episiotomi.
Setiap persalinan sangat tergantung pada masing-masing individu. Namun berikut ini ada beberapa alasan umum mengapa Anda membutuhkan tindakan episiotomi.
o
Untuk mempercepat persalinan
bila kepala bayi terlalu besar (biasanya berlawanan dengan perineum) dan bayi
memperlihatkan tanda-tanda dalam bahaya.
o
Sebelum dilakukan persalinan
bantuan dengan forsep atau vakum.
o
Untuk menghindari risiko
kerusakan kepala bayi pada persalinan sungsang atau kelahiran prematur.
o
Untuk menghindari upaya yang
terlalu keras jika calon ibu mengidap sakit jantung atau tekanan darah tinggi.
o
Untuk membantu persalinan jika
ada hambatan yang serius pada tahap kedua persalinan, yang bisa jadi
mengharuskan akibat perineum yang keras karena pernah mengalami operasi, baik
untuk memperbaiki mulut rahim atau sejenis operasi kandung kemih.
Bisakah menghindari episiotomi?
Banyak bidan menyatakan perineum perempuan Asia lebih lentur, tapi belum diketahui apakah hal itu akibat faktor genetik atau perbedaangaya hidup. Anda dapat menghindari tindakan
episiotomi, sekaligus mengurangi rasa sakit persalinan, dengan beberapa cara
berikut:
Banyak bidan menyatakan perineum perempuan Asia lebih lentur, tapi belum diketahui apakah hal itu akibat faktor genetik atau perbedaan
o
Melakukan latihan mulut rahim,
untuk membantu perineum menjadi lebih lentur.
o
Melakukan pemijatan pada bagian
perineum dengan menggunakan minyak sayur atau minyak almond.
o
Kemungkinan paling efektif
menghindari tindakan episiotomi adalah dengan melakukan proses persalinan yang
benar, misal perlahan mengeluarkan kepala bayi sesuai dengan tingkatan
pembukaan vagina. Tunggulah refleks menekan secara alamiah yang akan Anda
alami. Hindarilah tekanan yang terlalu dipaksakan.
o
Tetap rileks dan dengarkan
baik-baik petunjuk yang diberikan dokter. Dokter bisa memperlambat jalannya
persalinan, bila memang Anda merasa tak tahan. Dokter juga yang bisa menilai
kapan waktu yang tepat untuk meminta Anda melakukan tekanan. Jika Anda
mendorong terlalu awal, sebelum perineum terbuka maksimal, Anda akan lebih
merasakan sakitnya.
Jika cara di
atas gagal Anda lakukan, janganlah menutup pikiran Anda untuk melakukan
episiotomi. Jika memang Anda ditawari untuk melakukannya, pastikanlah Anda
melakukannya dengan kerelaan. Sikap ini akan sangat membantu Anda nantinya,
karena bagaimanapun, prosedur ini harus dilakukan demi keselamatan dan
kelancaran persalinan Anda dan bayi Anda sendiri.
Siapa yang kompeten melakukan
episiotomi?
Seorang dokter atau bidan dapat melakukan episiotomi. Anda akan diminta mengambil posisi lithotomy (berbaring pada punggung), dengan kaki diangkat pada pijakan kaki. Episiotomi juga bisa dilakukan dengan cara berbaring pada satu sisi, satu kaki diangkat. Sebelumnya area vagina dibersihkan dengan obat antiseptik untuk mencegah infeksi pada luka.
Seorang dokter atau bidan dapat melakukan episiotomi. Anda akan diminta mengambil posisi lithotomy (berbaring pada punggung), dengan kaki diangkat pada pijakan kaki. Episiotomi juga bisa dilakukan dengan cara berbaring pada satu sisi, satu kaki diangkat. Sebelumnya area vagina dibersihkan dengan obat antiseptik untuk mencegah infeksi pada luka.
Pemberian anestesi
Jika sebelumnya Anda telah diberi suntikan epidural (anestesi yang membuat mati rasa di bagian bawah tubuh), tindakan anestesi untuk episiotomi bisa dilakukan di bagian daerah yang telah mati rasa tersebut. Meski demikian, jika Anda kerap melahirkan tanpa dibantu penghilang rasa sakit, penggunaan gas, udara, dan pethidine (analgesik yang membuat Anda santai), Anda akan diberikan anestesi lokal untuk menghambat saraf sensitif di area perineal-biasanya diberikan sedikit takaran lignocaine, yang disuntikkan di kulit.
Jika sebelumnya Anda telah diberi suntikan epidural (anestesi yang membuat mati rasa di bagian bawah tubuh), tindakan anestesi untuk episiotomi bisa dilakukan di bagian daerah yang telah mati rasa tersebut. Meski demikian, jika Anda kerap melahirkan tanpa dibantu penghilang rasa sakit, penggunaan gas, udara, dan pethidine (analgesik yang membuat Anda santai), Anda akan diberikan anestesi lokal untuk menghambat saraf sensitif di area perineal-biasanya diberikan sedikit takaran lignocaine, yang disuntikkan di kulit.
Untuk
melindungi kepala bayi, yang mungkin lebih besar dibandingkan area perineum
pada saat ini, dokter akan memasukkan dua jari ke dalam vagina saat ia
menyuntikkan anestesi. Membutuhkan sekitar 4-5 menit untuk menunggu efek
anestesi bekerja.
Pengguntingan
Pemotongan dilakukan menggunakan sepasang gunting khusus episiotomi, atau dengan pisau bedah.Ada
dua tipe irisan: midline atau garis tengah, yang potongannya lurus ke bawah
dengan anus atau mediolateral, yaitu agak rendah ke sudut. Irisan midline umum
di Amerika. Di negara lain irisan mediolateral lebih populer.
Pemotongan dilakukan menggunakan sepasang gunting khusus episiotomi, atau dengan pisau bedah.
Biasanya dokter
akan menunggu Anda mengalami kontraksi lebih dulu sebelum melakukan
pengguntingan, karena pada saat itu perineum mudah diiris dan perdarahannya
segera dihentikan. Kemudian, dokter akan memasukkan dua jari ke dalam vagina
untuk melindungi kepala bayi.
Setelah itu
bayi akan lahir tepat setelah diberikan episiotomi.
Jika ternyata ada irisan yang rusak, dokter mungkin melakukan tekanan dengan jari pada bagian irisan untuk menahan perdarahan — perineum penuh pembuluh darah sehingga bila terjadi perdarahan adalah normal.
Jika anestesi bekerja dengan semestinya, Anda tak akan merasa sakit. Namun beberapa perempuan merasakan suatu sensasi saat perineum ditarik atau dientakkan. Jika Anda merasa kesakitan, segera katakan pada dokter.
Jika ternyata ada irisan yang rusak, dokter mungkin melakukan tekanan dengan jari pada bagian irisan untuk menahan perdarahan — perineum penuh pembuluh darah sehingga bila terjadi perdarahan adalah normal.
Jika anestesi bekerja dengan semestinya, Anda tak akan merasa sakit. Namun beberapa perempuan merasakan suatu sensasi saat perineum ditarik atau dientakkan. Jika Anda merasa kesakitan, segera katakan pada dokter.
Persiapan
- Pertimbangkan indikasi episiotomi dan pastikan bahwa episiotomi penting untuk kesehatan dan kenyamanan ibu/bayi
- Pastikan perlengkapan dan bahan-bahan yang diperlukan sudah tersedia dan steril
- Gunakan teknik aseptik setiap saat, cuci tangan dan gunakan sarung tangan steril
- Jelaskan kepada ibu alasan dilakukannya episiotomi dan diskusikan prosedurnya dengan ibu, berikan dukungan dan dorongan pada ibu
Indikasi
- Terjadi gawat janin dan persalinan mungkin harus diselesaikan dengan bantuan alat (ekstraksi cunam atau vakum)
- Adanya penyulit (distosia bahu, persalinan sungsang)
- Adanya perut yang menghambat proses pengeluaran bayi
Jenis
episiotomi
Medialis
Otot yang
terpotong
- M. Transversa perinei
- M. Bulbocavernosi
- M. Bulbococcygeal
- M. Iliococcygei
Manfaat
- Secara anatomis lebih alamiah
- Menghindari pembuluh-pembuluh darah dan syaraf, jadi penyembuhan tidak terlalu sakit
- Lebih mudah dijahit karena anatomis jaringan lebih mudah
- Nyeri saat berhubungan (dispareunia) jarang terjadi
- Kehilangan darah lebih sedikit
- Jarang terjadi kesalahan penyembuhan
Bahaya
- Jika meluas bisa memanjang sampai ke spincter ani yang mengakibatkan kehilangan darah lebih banyak, lebih sulit dijahit dan jika sampai spincter ani harus dirujuk
Mediolateralis
Pemotongan dimuali dari garis
tengah fossa vestibula vagina ke posterior ditengah antara spina ischiadica dan
anus. Dilakukan pada ibu yang memiliki perineum pendek
Episiotomi Sekunder adalah ruptur
perinii yang spontan atau episiotomi medialis yang melebar sehingga
dimungkinkan menjadi ruptura perinii totalis maka digunting ke samping.
Manfaat
- Perluasan laserasi akan lebih kecil kemungkinannya menjani spincter ani
Bahaya
- Penyembuhan terasa lebih sakit dan lama
- Mungkin kehilangan darah lebih banyak
- Jika dibandingkan dengan medialis (yang tidak sampai spincter ani) lebih sulit dijahit
- Bekas luka parut kurang baik
- Pelebaran introitus vagina
- Kadangkala diikuti dispareunia (nyeri saat berhubung
Episiotomi
lateralis
Sayatan disini
dilakukan ke arah lateral mulai dari kira-kira jam 3 atau 9 menurut arah jarum
jam. Jenis episiotomi ini sekarang tidak dilakukan lagi, oleh karena banyak
menimbulkan komplikasi. Luka sayatan dapat melebar ke arah dimana terdapat
pembuluh darah pudendal interna, sehingga dapat menimbulkan perdarahan yang
banyak. Selain itu parut yang terjadi dapat menimbulkan rasa nyeri yang
mengganggu penderita.
Insisi Schuchardt.
Jenis ini merupakan variasi dari
episiotomi mediolateralis, tetapi sayatannya melengkung ke arah bawah lateral,
melingkari rektum, serta sayatannya lebih lebar
Saat episiotomi : (1,2)
1. Kepala sudah kelihatan 3-4 cm waktu ibu mengedan
2. Saat pemasangan forsep
3. Sebelum melakukan ekstraksi pada letak sungsang.
1. Kepala sudah kelihatan 3-4 cm waktu ibu mengedan
2. Saat pemasangan forsep
3. Sebelum melakukan ekstraksi pada letak sungsang.
Penanganan
luka episiotomi : (1,2,3,4,5)
1. Prinsip : Hemostasis dan perbaikan anatomi.
2. Cara :
- Mukosa dan submukosa dijahit jelujur dengan cutgut kromik 00.
- Otot dan fascia dijahit jelujur dengan cutgut kromik 00.
- Kulit dan subkutis dijahit terputus dengan seide / sutera 30.
3. Obat-obatan :
- Analgetik / antiinflamasi
- Antibiotik bila perlu
4. Perawatan luka : Kompres
1. Prinsip : Hemostasis dan perbaikan anatomi.
2. Cara :
- Mukosa dan submukosa dijahit jelujur dengan cutgut kromik 00.
- Otot dan fascia dijahit jelujur dengan cutgut kromik 00.
- Kulit dan subkutis dijahit terputus dengan seide / sutera 30.
3. Obat-obatan :
- Analgetik / antiinflamasi
- Antibiotik bila perlu
4. Perawatan luka : Kompres
·
Kala II
Kala II adalah kala dimana dimulai dari pembukaan lengkap serviks sampai keluarnya bayi. Asuhan yang dapat dilakukan pada ibu adalah :
Kala II adalah kala dimana dimulai dari pembukaan lengkap serviks sampai keluarnya bayi. Asuhan yang dapat dilakukan pada ibu adalah :
1.Pendampingan ibu selama proses persalinan sampai kelahiran bayinya oleh suami dan anggota keluarga yang lain.
2.Keterlibatan anggota keluarga dalam memberikan asuhan antara lain :
a) Membantu ibu untuk berganti posisi.
b) Melakukan rangsangan taktil
c) Memberikan makanan dan minuman.
d) Menjadi teman bicara/ pendengar yang baik.
e) Memberikan dukungan dan semangat selama persalinan sampai kelahiran bayinya.
3.Keterlibatan penolong persalinan selama proses persalinan & kelahiran – dengan
cara :
(a) Memberikan dukungan dan semangat kepada ibu dan keluarga.
(b)Menjelaskan tahapan dan
kemajuan persalinan.
(c) Melakukan pendampingan selama proses persalinan dan kelahiran.
4.Membuat hati ibu merasa tenteram selama kala II persalinan – dengan cara
memberikan bimbingan dan menawarkan bantuan kepada ibu.
5.Menganjurkan ibu meneran bila ada dorongan kuat dan spontan umtuk meneran dengan cara memberikan kesempatan istirahat sewaktu tidak ada his.
6.Mencukupi asupan makan dan minum selama kala II.
7.Memberika rasa aman dan nyaman dengan cara :
a. Mengurangi perasaan tegang.
b. Membantu kelancaran proses persalinan dan kelahiran bayi.
c. Memberikan penjelasan tentang cara dan tujuan setiap tindakan penolong.
d. Menjawab pertanyaan ibu.
e. Menjelaskan apa yang dialami ibu dan bayinya.
f. Memberitahu hasil pemeriksaan.
8.Pencegahan infeksi pada kala II dengan membersihkan vulva dan perineum ibu.
9.Membantu ibu mengosongkan kandung kemih secara spontan.